what time is it ??

Sabtu, 25 Desember 2021

Pandangan Hidup Seorang Muslim

 

  • Identitas Buku

Judul Buku: Pandangan Hidup Muslim

Penulis: Prof. Dr. Hamka

Penerbit: Gema Insani

Tahun Terbit: 2018 (Cetakan Keempat)

Tebal: 268 Halaman


  • Kelebihan dan Kekurangan Buku


  • Kelebihan

Buku ini membahas secara komprehensif mengenai bagaimana seorang muslim seharusnya bersikap ketika fenomena yang sejatinya membahayakan akidah kian marak terjadi. Buku ini mampu membuka cakrawala kita terhadap situasi yang terjadi saat ini dan juga bagaimana cara kita untuk menghadapinya.


Pembahasan mengenai hal-hal fundamental keislaman dibahas dengan cara yang tidak kaku, sehingga membuat pembaca mampu nyaman dalam menikmati buku bacaan ini. Selain itu, buku ini juga tidak terpaku pada pembahasan akidah (ketauhidan) pokok saja, akan tetapi terdapat juga penjelasan mengenai aplikasi dalam kehidupan, berbagai analogi yang memudahkan, serta pembahasan mengenai beberapa sejarah terdahulu.

  • Kekurangan

Buku ini termasuk kedalam kategori buku keagamaan Islam, salah satu kekurangan dari buku ini ialah terdapat beberapa kata berbahasa arab yang tidak disertakan definisi ataupun penjelasannya sehingga dapat mengurangi pemahaman pembaca. Selain itu desain pada sampul buku cetakan keempat ini kurang menarik, terlebih dari dimensi perpaduan warnanya. Hal ini cukup kontras dengan pembahasan ilmu menarik yang terdapat di buku ini.


  • Komentar Penulis

Buku ini merupakan buku yang luar biasa. Pembahasan di dalamnya sangatlah berbobot namun, Prof. Dr. Hamka  berhasil mengemasnya dengan cara yang luar biasa cantik, tidak memicu kebosanan. Selain itu, buku ini juga mampu membangkitkan kembali semangat kita dalam beribadah kepada Allah Swt. Dengan mengulas kembali filosofi hidup dan apa yang menjadi pedoman hidup kita hingga hari kematian datang. Selain itu, buku ini juga mampu memperteguh keimanan kita dengan mendekatkan diri kita terhadap pedoman hidup muslim yakni, Al-Qur’an dan As-Sunnah.  


  • Komentar Lainnya

Buku setebal 268 halaman ini sangat relevan untuk dibaca. Terlebih, dalam zaman modern yang semuanya serba otomatis, manusia menjadi sangat rawan kehilangan kemanusiaannya. Manusia mulai mengalami dehumanisasi. Kerjanya semakin banyak dan rumit, tetapi jiwanya kering karena kekurangan nilai spiritual.

Dalam buku ini, Buya menjelaskan pandangan hidup muslim atas alam semesta, seni, ilmu pengetahuan, hingga kebudayaan. Selain itu, bahasa dan diksi melayu-indonesia yang kerap digunakan Buya mampu memunculkan kesan sastrawi ketika membaca buku ini. Hal tersebut tidak mengherankan mengingat Buya Hamka adalah seorang polymath. Beliau adalah seorang sastrawan, ulama, dan juga politikus sehingga membaca buku ini jauh dari kesan berat dan kaku. Justru sebaliknya, bahasa yang sastrawi menjadikan buku ini lebih berestetika sehingga cocok dibaca oleh berbagai kalangan. (M. Rafi Fakhriananda)


Peresensi : Muhammad Refansa Annafi

Kelas XII IPA 4


Tidak ada komentar:

Posting Komentar