what time is it ??

Rabu, 09 Februari 2022

KALA

 



Resensi Buku

                                    Judul                         : KALA

                                    Pengarang               : Syahid Muhammad, Stefani Bella

                                    Tahun terbit           : 2017

                                    Jumlah Halaman   : 348 Halaman

                                    Harga Buku             : 70.000

                                    Penerbit                   : Gradien mediatama

 

 

Sinopsis Cerita.

Sebuah pertemuan yang tidak disengaja, akan tetapi semesta tetap saja mengaturnya sedemikian rupa, inilah kisah antara dua insan yang saling memendam luka, dipertemukan oleh semesta, scenario semesta tak ada yang mengetahui jika kita akan dipertemukan oleh seseorang yang akan memenuhi kekurangan kita, inilah kala sebuah buku yang menyimpan rahasia bagaimana sang semesta mempermainkan scenarionya didepan dua insan yang saling terluka.

 

Keunggulan.

Cover buku ini menyajikan sesuatu yang membuat pembaca penasaran, dengan judul yang simple dan gambar yang memiliki arti yang dalam, dan juga dibumbui oleh kata-kata puitis yang sangat mengundang para pembaca untuk membaca buku ini, buku ini sangat proporsional dengan 348 halaman, tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis sehingga sangat pas untuk dibaca, didalamnya juga sangat banyak terdapat kata-kata puitis yang sangat menginspirasi para pembaca, cerita ini dibuat dengan 2 sudut pandang berbeda, ada seorang pemuda bernama saka, dan juga ada seorang wanita bernama lara, pembaca dibawa oleh sang penulis untuk bisa mengetahui kedua sudut pandang yang berbeda

 

Kekurangan.

Hanya sedikit kekurangan yang terdapat dalam buku ini, seperti kata-kata yang terdapat di buku ini tergolong berat sehingga disarankan untuk para pembaca ialah remaja dan orang dewasa, dan ending di cerita ini agak menggantung, dan mungkin ada beberapa kata yang agak tidak umum.

 Attala Orzi

CINTA SUBUH

 



Identitas Buku :

●       Judul buku: Cinta Subuh

●       Pengarang: Alli Farighi

●       Penerbit: Coconut Books

●       Bulan Terbit: Juni 2019

●       ISBN: 9786029714527

●       Tebal halaman: 292 halaman

Sinopsis Buku:

Angga baru saja putus cinta, untuk kesekian kali. Bedanya, kali ini dengan mudah ia lupakan mantan pacarnya. Sebabnya Ratih, perempuan seusianya yang wajahnya menjadi tempat berkumpul cahaya.

Tapi Ratih bukan seperti perempuan muda umumnya, prinsipnya ketat membatasi hubungan istimewa di antara lawan jenis. Ratih punya prinsip, tak akan memberi ruang bagi siapa pun laki-laki yang mengajak pacaran. Bukan hanya agama alasannya, ada perhitungan matematis yang membuatnya harus berpikir ribuan kali sebelum resmi menjalin hubungan tidak resmi dengan lawan jenis.

Angga yang tidak mudah menyerah berusaha melakukan yang terbaik agar Ratih membuka hati untuknya. Kehadiran cowok unik ini sedikit banyak membuat Ratih mengkaji ulang prinsipnya.

Isi Resensi:

Buku ini menceritakan seorang pria bernama Angga yang sedang putus cinta setelah pacarnya bernama Mira dijodohkan oleh seseorang. Hal itu membuat Angga menghapus kesedihannya dengan pergi ke Masjid. Akan tetapi, ketika tiba di Masjid, Angga berpapasan dengan seorang perempuan religius bernama Ratih. Hal itu membuat Angga merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama. Namun, Ratih bukan seperti perempuan lainnya, ia berteguh kepada prinsip bahwa ia akan membatasi siapapun kepada laki-laki yang ingin mengajak berpacaran dengan alasan menjaga syariat agamanya. Namun, Angga bukanlah laki-laki yang menyerah begitu saja. Dengan segala usahanya, Ia akhirnya berhasil meluluhkan hati Ratih untuk menjalin hubungan bak sebagai kekasih dengan syarat dan perjanjian ketat oleh Ratih.

Tak terasa selama beberapa bulan berpacaran, mereka melakukan kebiasaan seperti jalan-jalan berdua, nonton, makan bareng, sampai berbincang-bincang hingga lupa waktu membuat hubungan mereka tidak disetujui oleh teman-teman Ratih. Di sisi lain, Ratih merasa bersalah karena hubungan bersama Angga tidak hanya merenggangkan persahabatan dengan mereka, tetapi juga melanggar omongannya sendiri untuk tidak berpacaran sampai harus menyembunyikan hubungannya dari keluarga dan teman-teman di kampusnya.

Di sisi lain juga, Ratih mengagumi seorang kakak kelas yang juga aktivis bernama Arya. Arya pun juga menaruh perasaannya terhadap Ratih namun tidak sempat terbalaskan.

Akhir cerita, Ratih memutuskan hubungannya dengan Angga karena dinilai Angga bukanlah laki-laki yang tepat untuknya karena tidak disiplin untuk menjaga shalatnya dan juga melanggar perjanjiannya sehingga cenderung mengalami pertengkaran yang hebat.

Kelebihan

Dari buku tersebut, ada beberapa kelebihan seperti gaya bahasa yang disajikan terasa ringan dan santai, konflik cerita yang semakin natural sehingga para pembaca terkesan mengikuti alur cerita yang bersifat tegang, dan pesan-pesan moral yang tersirat dalam novel ini.

 Kekurangan

Kekurangan dari buku ini adalah beberapa campuran kata sehingga terkesan sedikit mengganggu dan karakter Ratih yang tidak konsisten di tengah jalannya cerita sehingga para pembaca akan bertanya-tanya apakah Ratih sedang khilaf atau tidak?

Penutup

Buku ini menghadirkan perjuangan cinta yang penuh tekad yang dibawakan oleh Angga untuk membuka hati seorang perempuan religius bernama Ratih. Buku ini juga menghadirkan bumbu-bumbu konflik saat mereka memulai hubungan pacar mereka sehingga para pembaca menikmati dan penasaran terhadap akhir ceritanya. Tidak hanya itu, buku ini memberikan pelajaran moral seperti sarat pesan kebaikan dalam percakapannya.

 Ashhabul Manggala Sanggoleo Tosepu