what time is it ??

Rabu, 03 November 2021

KEMI : Cinta Kebebasan Yang Tersesat

 

KEMI : Cinta Kebebasan Yang Tersesat

Peresensi :  Alyandra M Deriel

 

Judul : KEMI : Cinta Kebebasan Yang Tersesat

Penulis : Adian Husaini

Penerbit : Gema Insani Press

Tahun Terbit : Cetakan Pertama, Oktober 2010

Tebal Halaman : 316 Halaman

Ukuran Buku : 18,3 CM

 

      Novel “KEMI : Cinta Kebebasan Yang Tersesat” menceritakan tentang seorang santri bernama Kemi yang bersekolah di salah satu pesantren, ingin berkuliah di suatu universitas di Jakarta. Namun, ilmu agama yang dipelajarinya selama di pesantren, terkikis oleh kuatnya arus pergaulan bebas di lingkungan dengan paham-paham liberalisme, pluralisme, dan humanisme setelah ia datang ke Jakarta.Rahmat, Sahabat Kemi di pesantrennya dulu, berusaha untuk menyadarkan Kemi yang semakin terbawa arus dan malah menjadi pembicara untuk seminar paham-paham tersebut.

       Novel ini memulai komplikasinya dengan Rahmat yang sengaja datang ke Jakarta untuk bertemu dengan Kemi dan saling bertanya kabar. Namun, hal itu tidak berjalan lancar. Pertemuan Rahmat dengan Kemi membawa mereka ke dalam suatu perdebatan panas antara ilmu agama yang diyakini Rahmat dengan paham yang dianut oleh Kemi. Hingga di akhir perdebatan tersebut, Kemi yang nyaris kalah, membuka tantangan kepada Rahmat untuk ikut dengannya ke dalam lingkungan yang berinteraksi dengan berbagai macam orang dari agama yang berbeda. Rahmat yang terbawa suasana dalam perdebatan itu langsung menyanggupi tantangan tersebut. Dengan bekal ilmu yang diajarkan oleh Kyai nya di pesantren dulu, Rahmat berkuliah di universitas yang sama dengan Kemi dan menghadapi berbagai tantangan yang menguji keimanannya.

     Alur dari novel ini adalah alur maju. Menceritakan bagaimana perjuangan Rahmat membawa sahabatnya itu untuk kembali kepada jalan Allah SWT. Bertemakan tentang Akidah dan Keyakinan, buku ini memiliki 5 tokoh utama. Yaitu Kemi, Rahmat, Kyai Rois, Siti dan Roman. Kelimanya memiliki karakter yang kuat dalam novel ini. Kemi dan Siti yang berasal dari lulusan pesantren, seolah-olah merasa sebagai santri yang terbuka pikirannya dengan adanya paham-paham itu. Sedangkan Rahmat dan Kyai Rois sebagai orang yang ingin menyelamatkan Kemi dan Siti dari sesatnya jalan pikiran mereka. Disisi lain, Roman sebagai orang yang menyamar menjadi mahasiswa, ternyata memanfaatkan Kemi dan Siti untuk keperluan bisnisnya.

     Kelebihan dari buku ini adalah teori-teorinya yang rumit, namun dipaparkan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh penulis. Alur cerita ini juga sangat masuk akal dan tidak berputar-putar. Sayangnya, buku ini tamat dengan pesan Siti kepada Rahmat yang kurang memberikan penyelesaian dari masalah yang dihadapinya. Dan proses Kemi yang akhirnya ia memilih untuk memilih paham-paham tadi tidak dijelaskan secara rinci.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar