KEMI : Cinta Kebebasan Yang Tersesat
Peresensi : Alyandra M Deriel
Judul
: KEMI : Cinta Kebebasan Yang Tersesat
Penulis
: Adian Husaini
Penerbit
: Gema Insani Press
Tahun
Terbit : Cetakan Pertama, Oktober 2010
Tebal
Halaman : 316 Halaman
Ukuran
Buku : 18,3 CM
Novel “KEMI : Cinta Kebebasan
Yang Tersesat” menceritakan tentang seorang santri bernama Kemi yang bersekolah
di salah satu pesantren, ingin berkuliah di suatu universitas di Jakarta.
Namun, ilmu agama yang dipelajarinya selama di pesantren, terkikis oleh kuatnya
arus pergaulan bebas di lingkungan dengan paham-paham liberalisme, pluralisme,
dan humanisme setelah ia datang ke Jakarta.Rahmat, Sahabat Kemi di pesantrennya
dulu, berusaha untuk menyadarkan Kemi yang semakin terbawa arus dan malah menjadi
pembicara untuk seminar paham-paham tersebut.
Novel ini memulai komplikasinya dengan
Rahmat yang sengaja datang ke Jakarta untuk bertemu dengan Kemi dan saling
bertanya kabar. Namun, hal itu tidak berjalan lancar. Pertemuan Rahmat dengan
Kemi membawa mereka ke dalam suatu perdebatan panas antara ilmu agama yang
diyakini Rahmat dengan paham yang dianut oleh Kemi. Hingga di akhir perdebatan
tersebut, Kemi yang nyaris kalah, membuka tantangan kepada Rahmat untuk ikut
dengannya ke dalam lingkungan yang berinteraksi dengan berbagai macam orang
dari agama yang berbeda. Rahmat yang terbawa suasana dalam perdebatan itu
langsung menyanggupi tantangan tersebut. Dengan bekal ilmu yang diajarkan oleh
Kyai nya di pesantren dulu, Rahmat berkuliah di universitas yang sama dengan
Kemi dan menghadapi berbagai tantangan yang menguji keimanannya.
Alur dari novel ini adalah alur maju.
Menceritakan bagaimana perjuangan Rahmat membawa sahabatnya itu untuk kembali
kepada jalan Allah SWT. Bertemakan tentang Akidah dan Keyakinan, buku ini
memiliki 5 tokoh utama. Yaitu Kemi, Rahmat, Kyai Rois, Siti dan Roman.
Kelimanya memiliki karakter yang kuat dalam novel ini. Kemi dan Siti yang
berasal dari lulusan pesantren, seolah-olah merasa sebagai santri yang terbuka
pikirannya dengan adanya paham-paham itu. Sedangkan Rahmat dan Kyai Rois
sebagai orang yang ingin menyelamatkan Kemi dan Siti dari sesatnya jalan
pikiran mereka. Disisi lain, Roman sebagai orang yang menyamar menjadi
mahasiswa, ternyata memanfaatkan Kemi dan Siti untuk keperluan bisnisnya.
Kelebihan dari buku ini adalah
teori-teorinya yang rumit, namun dipaparkan dengan bahasa yang mudah dimengerti
oleh penulis. Alur cerita ini juga sangat masuk akal dan tidak berputar-putar.
Sayangnya, buku ini tamat dengan pesan Siti kepada Rahmat yang kurang
memberikan penyelesaian dari masalah yang dihadapinya. Dan proses Kemi yang
akhirnya ia memilih untuk memilih paham-paham tadi tidak dijelaskan secara
rinci.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar